READY TO SBMPTN

Ready to SBMPTN

Masih belum bisa move on dari SNMPTN? Sudah lupakan saja. Itu sudah berlalu. Mari kita songsong hari yang baru. Seperti sebuah lagu. Untuk apa meratapi yang sudah terjadi? SNMPTN baru langkah awal. Ditolak SNMPTN tidak akan membuat hidupmu jadi susah. Jalan masih panjang, Bung! Baru ditolak SNMPTN aja udah nangis kejer gimana kalau ditolak calon? Eitss, kenapa jadi ke jodoh, ya? Hmm..

Bagi kamu yang ingin melanjutkan kuliah dan ternyata jalanmu gak di SNMPTN masih ada kesempatan lain. Yap! SBMPTN. Apa itu? SBMPTN adalah Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri. Mudahnya kalau SNMPTN dilihat dari nilai rapor dan rangking sementara SBMPTN itu kamu harus bekerja keras menghadapi soal-soal yang mungkin tidak pernah kamu dapati ketika berada di bangku SMA. Gak usah galau gak usah bingung lebih baik persiapkan diri dari sekarang, yuk! Usaha itu wajib dan Tuhan yang menentukan. Seringkali anak-anak yang baru lulus SMA mengeluhkan SBMPTN persaingannya lebih ketat dibandingkan SNMPTN dan akhirnya menyerah sebelum bertanding. Atau yang sudah mempersiapkan matang-matang tapi malah gagal hanya karena strategi yang keliru. Lalu bagaimana, sih, cara menghadapi SBMPTN? Bagaimana kiat-kiat supaya lolos? Mari kita menjelajah tips dan trik berikut ini:

  1. Sadar Diri

Kebanyakan kesalahan pertama yang dialami oleh para lulusan SMA itu terlalu tinggi impian tapi tidak sadar akan kenyataan. Kita boleh berangan-angan untuk masuk ke jurusan favorit dan universitas favorit tetapi ketika diri kita gak sanggup? Sudah keterima, eh, malah gak bisa mengikuti materi dengan baik lalu ingin pindah. Sayang sekali, bukan?

Tiga universitas top di Indonesia sering kali menjadi sasaran para calon mahasiswa baru alias maba. Mereka berpikir almamater yang top akan menggelontorkan kesuksesan dalam hidup mereka. Padahal jika dari diri mereka tidak mau berusaha maka hasilnya sama saja. Buat apa almamater top tapi kinerja nol? Memang sebagian ada yang sukses karena beberapa perusahaan sudah percaya bahwa lulusan universitas tersebut sangat baik. Namun, perlu diketahui sebagus apapun almamatermu sebaik apapun IPK-mu jikalau kamu tidak punya kemauan untuk bekerja keras maka kesuksesan itu tidak akan menghampirimu.

Sebelum memilih universitas pilih dahulu jurusan yang kamu inginkan dan kamu minati. Ingat! Selama jurusan itu masih ada maka lapangan pekerjaan pun juga masih tersedia. Mencari jurusan dengan prospek bagus itu perlu tetapi mencari jurusan yang sesuai dengan hatimu itu adalah wajib. Boleh gak, sih, meminta saran pada orang lain? Tentu sangat boleh. Renungkan saran gurumu, orangtuamu, dan teman-teman terdekatmu. Lalu sesuaikan dengan pilihan hati kecilmu. Yang mau kuliah itu kamu bukan mereka dan yang mau menikmati hasil juga kamu. Pikirkan ini baik-baik, ya, teman!

Setelah memilih jurusan barulah kamu pilih universitas. Jangan takut menuntut ilmu di tempat yang jauh selama orangtua mengizinkan dan kamu sanggup untuk hidup mandiri disana kenapa tidak? Tetap berpegang teguh pada prinsip sadar diri. Pilih universitas yang sekiranya kamu bisa lolos. Jangan gedein gengsi, bro!

  1. Urutkan Dengan Benar

Jurusan sudah. Universitas sudah. Lalu urutkan! Ini, nih, jangan sampai salah mengurutkan karena menentukan apakah kamu bisa lolos atau tidak. Mungkin hasil tes SBMPTN-mu bagus tapi ketika pesaingmu lebih bagus kesempatan lolos berkurang, deh. Bagaimana, sih, supaya urutannya benar? Apa harus mementingkan passing grade?

Begini teman… Passing grade diambil dari hasil perbandingan peminat dan yang diterima tahun lalu. Tapi jangan terlalu terpaku pada passing grade. Kalau mau lihat seberapa besar peminat di jurusan itu adalah dengan melihat web SBMPTN yang resmi (www.sbmptn.ac.id). Hal ini berguna untuk menyusun pilihan program studi atau jurusan. Pilihan pertama adalah jurusan dan universitas yang memiliki keketatan terbesar serta yang paling kamu inginkan. Pilihan kedua adalah jurusan kedua apabila kamu tidak bisa lolos di pilihan pertama dan universitas yang memiliki keketatan lebih rendah dari sebelumnya dan kamu yakin akan lolos. Terakhir pilihan ketiga adalah pilihan yang menurut kapasitas dirimu benar-benar kamu bisa lolos di dalamnya. Tentu tetap memperhatikan jurusan yang kamu minati, dong. Bukan asal pilih karena nantinya akan menyesal.

  1. Belajar

Sudah melalui kedua tips di atas terus kamu gak belajar? Kamu punya orang dalem? Ayolah ini baru awal. Kalian jangan minder meski kalian berasal dari SMK atau dari SMA yang gak top. Ingatlah rezeki tidak akan pernah tertukar hanya saja cepat atau lambat rezeki itu datang tergantung dari ikhtiar kita. Cara belajarnya gimana?

Pertama, jangan pakai SKS alias sistem kebut semalam. Kebiasaan buruk sewaktu SMA jangan dibawa ketika akan memasuki bangku kuliah. Mulailah menyukai mata pelajaran yang tidak pernah diajarkan di SMA. Semisal kamu berasal dari SMA IPA akan mengikuti tes soshum pastinya asing dengan soal-soal Sejarah, Ekonomi, dan Sosiologi. Begitu pula dengan anak SMA IPS merasa kesulitan ketika menghadapi soal berbau angka. Apalagi anak SMK yang sama sekali tidak ada dasar. Tenang, gak usah panik. Kamu gak perlu belajar dari nol, kok. Cukup pelajar soal-soal tahun lalu supaya kamu paham polanya. Perhatikan soal yang sering muncul setiap tahun. Kamu juga tidak perlu khawatir kalau gak les di bimbel ternama. Gak usah memaksakan orangtua untuk menggelontorkan biaya banyak hanya untuk membiayai les. Lebih baik uangnya ditabung untuk membayar uang kuliah. Kalau kamu rajin dan disiplin dalam belajar Tuhan akan melihat usahamu dan akan memberikan yang terbaik untukmu. Percayalah. Kamu juga gak perlu minder kalau kamu berasal dari sekolah biasa yang gak terkenal. SBMPTN gak akan memandang itu. SBMPTN murni melihat hasil kerja kerasmu mengerjakan soal. Toh, nanti ketika kuliah semua mahasiswa dianggap sama.

 

Tiga tips di atas cukup untuk bekal kamu menghadapi SBMPTN. Yang terpenting jangan lupa berdoa dan minta restu orangtua. Ridha orangtua ridha Tuhanmu juga. Percayalah pada kemampuanmu. Tidak usah membesarkan gengsi. Kamu hidup bukan untuk memamerkan kehebatan tapi kamu hidup agar bisa bermanfaat untuk orang lain. Good Luck! (Rofiqoh Isnaeni)

Releated Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *